Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts
Showing posts with label Merawat Bayi. Show all posts

Thursday, November 22, 2012

Tips Perhatian Khusus Ibu Dalam Merawat Hati

Proses merawat bayi yang baru lahir merupakan tahapan didalam perubahan peran seorang ibu khususnya yang baru pertama kali melahirkan, tahapan ini menibulkan perasaan bahagia pada sang ibu namun juga mencemaskan, rasa bahagia timbul karena kehadiran si buah hati ditengah - tengah keluarga membawa suasana lebih hangat, merasa cemas karena minimnya pengalaman yang dimiliki oleh sang ibu dalam merawat bayi pertama nya ini.

Agar Anda tidak merasa cemas, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu khususnya yang baru pertama kali memiliki bayi.

Tips Perhatian Khusus Ibu Dalam Merawat Hati di rumah :

1. Perhatikanlah kehangatan bayi Anda.

Mencegah agar bayi anda tidak kedinginan bukan dengan cara membedongnya menggunakan kain dengan ikatan yang kencang, namun sesuaikanlah dengan suhu dan lingkungan yang tepat untuk bayi anda. karena perawatan bayi dengan bedong saat ini sudah tidak dianjurkan lagi apalagi dengan membedongnya sapat-rapat, biarkanlah bayi bergerak leluasa.

Apabila bayi prematur, memberi kehangatan dapat Anda lakukan dengan menggendongnya menggunakan metode Kanguru, yaitu melakukan dekapan pada bayi didalam dada anda dengan sentuhan langsung dari kulit ibu dan bayi, kenakanlah penutup kepala pada bayi, kaus kaki, sarung tangan serta baju hangat apabila udara dingin, kemudian hindarkan bayi dalam keadaaan basah terlalu lama baik karena buang air kecil maupun buang air besar.

2. Perhatikan nafas bayi

Pernafasan bayi sebaiknya tidak boleh terlalu cepat, bila lebih dari 60 kali per menit, atau saat bernafas bayi tampak tersengal-sengal, berbunyi dan disertai sekitar bibir dan hidung biru, berarti bayi ibu dalam keadaan sakit.

Yang perlu diperhatikan agar pernafasan bayi sehat yaitu :

* Orangtua tidak boleh merokok di dekat bayi, jauhkan bayi dari asap kendaraan bermotor, misalnya memanasi mesin sepeda motor jangan didekat ibu yang sedang menggendong bayi.

* Sebaiknya bayi dihindarkan dari debu, zat kimia yang membuat bayi sesak nafas, tutup mulut dan hidung dengan saputangan bila ada keluarga yang sedang flu berada dekat bayi.

* Setelah mandi bayi tidak perlu ditaburi bedak seluruh tubuh, bila ingin memberi bedak berikan yang dalam bentuk bedak padat bukan bedak tabur.

* Bayi tidak perlu dipasang gurita agar pernafasan pada bayi baru lahir pernafasan lebih leluasa.

* Sirkulasi atau ventilasi udara kamar bayi cukup baik.

3. Perhatikan warna kulit bayi

Ada kalanya, pada minggu pertama bayi baru lahir mengalami kuning. Perhatikan bila bayi tampak lemas, malas minum, mata terlihat kuning, malas menghisap, jangan tunda segera dibawa ke dokter. Yang harus ibu lakukan mencegah kuning dengan rajin menyusui segera setelah lahir untuk mencukupi kebutuhan minum bayi. Boleh dijemur sinar matahari untuk pemenuhan vitamin D namun sebelum pukul 8 dan cukup 10 hingga 15 menit.

Perhatikan warna kulit bayi bila kemerahan, alergi, lecet atau terdapat ruam pada pantat dan leher. Tetap mandikan untuk menjaga kebersihan kulit bayi. Gunakan popok kain katun yang lembut dan hindari penggunaan pampers secara rutin dalam waktu lama, bila akan perawatan kulit ruam atau lecet kemerahan pada bayi dengan krim sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

4. Perhatikan cara pemberian minum

Kebutuhan ASI diberikan sesuka bayi tidak perlu dijadwal jam. Bayi lebih sering tidur pada awal kehidupannya setelah lahir, bila tiga jam belum bangun bangunkan untuk memberikan ASI. Selalu ingat untuk sendawakan setiap selesai minum, caranya dengan posisi bayi setengah duduk di pangkuan kita, atau boleh telungkupkan di bahu kita dan ditepuk tepuk punggungnya.

Cegah jangan sampai tersedak. Hindari menyususi bayi saat mengantuk berat.

Bagi bayi baru lahir akibat belum sempurnanya reflek menelan dan adanya sisa udara dalam lambung kadang mengalami gumoh setelah minum, segera bayi diposisikan miring, usap bekas gumoh dan ganti pakaian bayi.

Bila memberikan ASI melalui botol, jangan mengganjal botol dot di mulut bayi dengan alasan apapun, sangat berbahaya. Cegah bayi bingung puting dengan memberi minum menggunakan gelas kecil, dekatkan ke bibir bayi biarkan bayi mencecap sendiri, sesekali tidak boleh dituang, bahaya tersedak. Atau gunakan sendok kecil untuk menyuap sedikit demi sedikit.

5. Perhatikan saat bayi buang air besar dan buang air kecil

Bayi baru lahir yang mendapat ASI cukup dari ibu frekwensi buang air besar akan “lebih sering” karena dalam ASI mengandung zat laksansia yang memperlancar buang air besar sehingga membantu membersihkan zat kuning (bilirubine) dari tubuh bayi. Ibu tidak perlu cemas.

Yang perlu diperhatikan warna dan keadaan saat bayi buang air besar adalah : bila tinja bayi mengandung lendir, berbuih, terdapat darah dan tinja hanya air saja secara terus menerus, perut kembung dan sulit buang air besar, warna tinja agak putih. Pada keadaan ini, bayi memerlukan bantuan tenaga kesehatan sambil tetap terus diberikan ASI.

Bayi sehat dan kebutuhan minumnya cukup seharusnya sering buang air kecil, warna air seni kuning jernih. Perhatikan bila bayi tidak buang air kecil dalam 24 jam pertama sejak lahir, bayi mengedan menangis setiap akan buang air kecil, dan bila air seni berwarna kuning pekat atau merah, segera bawa bayi kepada petugas kesehatan.

6. Perhatikan kebersihan dan pencegahan infeksi

Bayi baru lahir dimandikan setiap hari dua kali pagi dan sore. Pastikan kehangatan air mandi sesuai untuk tubuh bayi, mengukur kehangatan bisa dengan alat, bisa dengan bagian punggung telapak tangan. Bayi boleh dimandikan berendam dalam bak mandi khusus bayi. Berendam merupakan saat yang menyenangkan bagi bayi, selain merangsang peredaran darah juga membersihkan kotoran maupun kuman yang melekat di tubuh bayi.

Untuk bayi sakit tetap dimandikan dengan di waslap air hangat seluruh tubuh dan disabun, bersihkan lalu keringakan dengan handuk khusus hanya untuk bayi tidak boleh dicampur dengan anggota keluarga lainnya.

Bersihkan tali pusar dengan waslap diberi busa sabun mandi,bilas dengan air lalu keringkan. Cara merawatnya untuk di rumah sesuaikan dengan petunjuk bidan atau dokter dimana ibu melahirkan bayi. Sebaiknya tali pusat cukup dibasahi (diusap) alkohol 70 persen dan tidak perlu dibungkus kain kasa.

Cegah infeksi saluran kencing dengan sesering mungkin mengganti popok bayi. Ingat selalu cuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi. Bila suhu bayi lebih dari 38 derajat celsius sebaiknya bayi jangan dibedong rapat atau diselimuti tebal, kenakan pakaian katun yang tipis, buka selimut tebal dan kompres air hangat lalu bawa ke tenaga kesehatan.

Bila pangkal tali pusat berwarna kemerahan, keluar nanah, bau busuk disertai perut kembung, atau bayi mengalami infeksi mata dengan tanda mengeluarkan kotoran hijau kekuningan pada mata segera bawa kepada tenaga kesehatan terdekat.

Lengkapi semua imunisasi.

7. Perhatian untuk merangsang kecerdasan bayi sejak dini

Ketika merawat bayi , seorang ibu dan ayah baru sebaiknya menjadi lebih banyak berkomunikasi dengan bayi dibanding saat bayi masih dalam kandungan.

Sentuhan sayang, kontak fisik,menyanyi untuk si mungil akan menjadi aktifitas yang membahagiakan bagi orangtua baru. Semakin rajin Ayah dan ibu memberi rangsangan kecerdasan bayi, maka proses perkembangan kecerdasan otak bayi akan semakin sempurna.

Cara merangsang kecerdasan antara lain dengan mengucapkan kalimat - kalimat pendek dan sederhana saat merawat bayi. Sebut satu kata secara berulang -ulang dalam rangkaian kalimat pendek, misalnya kata mandi, minum, tidur, sayang, peluk, ayah, bunda. Tidak perlu kalimat panjang dan jangan terlalu banyak ragam bahasa. Memori otak bayi akan terus menerus merekam kata - kata orangtua setiap hari.

Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Kehadiran seorang bayi di tengah-tengah keluarga bisa membuat suasana rumah menjadi hangat dan menyenangkan, namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan kita cermati dalam memahami cara perawatan bayi baru lahir serta apa saja yang harus dilakukan ibu dan ayah dalam upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi. Bagi orang tua yang sudah berpengalan memiliki banyak anak mungkin sudah tidak mengalami kesulitan dalam merawat bayi mereka, lain halnya bagi para orang tua pemula yang beru pertama kali memiliki bayi.

Kehadiran si buah hati ditengah - tengah keluarga akan menjadikan suasana rumah lebih hangat dan terasa menyenangkan, apalagi jika bayi yang yang baru dilahirkan merupakan anak pertama tentu akan menjadi moment yang paling berharga didalam hidup berumah tangga. 

Untuk melengkapi kebahagiaan tersebut perllu pula kita memahami dan mencermati tips merawat bayi yang baru lahir, walaupun mungkin Anda sebagai orang tua tidak mengatasinya secara langsung karena pekerjaan ini telah Anda berdua percayakan kepada perawat bayi ataupun dukun bayi yang berpengalaman. namun diantara semua pekerjaan tersebut tentu ada kewajiban dari orang tua khususnya sang ibu yang tidak dapat diwakilkan oleh orang lain, misalnya saja menyusui ASI pada sang bayi.

Berikut beberapa tips merawat bayi baru lahir :

Memberikan ASI pada Bayi

ASI adalah asupan utama bagi bayi yang baru lahir, dengan memberikan ASI sangat baik untuk perkembangan bayi anda kelak, terutama ASI pertama karena mengandung kolostrum berisi anti body yang sangat berguna meningkatkan kekebalan tubuh bayi Anda. Berilkanlah ASI sesering mungkin, hal ini juga sangat baik guna menghindari gejala kuning pada tubuh bayi.

Perawatan Bayi Dengan di Bedong

Pada umumnya para ibu di Indonesia memiliki kebiasaan membedong bayi, dengan alasan agar tubuh bayi nantinya akan lebih kuat, pertumbuhan kaki bayi tidak bengkok, membedong bayi dengan membungkusnya menggunakan kain dilakukan juga karena orang tua merasa cemas apabila melihat bayinya mengalami gerakan reflek seperti terkejut, dalam bahasa medis hal ini disebut sebagai "hynogogic startles". namun apakah perlu untuk melakukan hal itu? Pendapat beberapa dokter spesialis anak justru membedong bayi yang beru lahir tidak disarankan, karena menurut penelitian selain dapat mengganggu rangsangan gerak motorik pada sang bayi, membedong bayi juga dapat mengakibatkan sang bayi mengalami kegerahan, sehingga bayi akan menjadi rewel dan sering menangis

Bayi yang baru lahir memang sangat membutuhkan kehangatan, akan tetapi bukan dengan cara membungkusnya rapat-rapat menggunakan kain bedong. Apabbila Anda bermaksud memberi kehangatan pada bayi Anda, sebaiknya gunakanlah lipatan kain dengan balutan yang terlalu kencang. Cara yang disarankan adalah lebih baik Anda sering membebaskan bayi dari kain bedongan sehingga bayi Anda bisa bergerak bebas. 

Gerakan refleks seperti terkejut yang terjadi pada bayi biasanya terlihat pada bagian tangan dan kaki bayi seperti mengalami kejang dan terlihat gemetar namun gerakan ini terjadi hanya dalam beberapa detik. Kejadian ini merupakan hal yang normal serta akan menghilang dengan sendiri pada saat bayi memasuki usia tiga bulan. Untuk mengatasi gerakan reflek ini Ibu dapat mengatasinya dengan memeluknya sehingga akan memberikan rasa hangat dan yaman, atau dengan meletakkan telapak tangan ibu pada dada sang bayi secara lembut bila si kecil terkejut karena mendengar suara yang keras, perbaikilah posisi tidurnya agar ia merasa lebih nyaman. Sebagian besar ibu meungkin memiliki anggapan khawatir jika kaki bayinya akan bengkok. Anda tidak perlu khawatir karena bayi yang baru lahir memang memiliki bentuk kaki yang bentuknya cenderung terlihat bengkok dan menekuk.

Posisi kaki sang bayi memang belum bisa lurus sebagaimana orang yang telah tumbuh lebih dewasa, hal ini karena masih terbawa dari posisi bayi saat masih didalam kandungan. Namun secara perlahan dan bertahap, posisi kaki bayi ini nantinya akan menjadi normal. Kecuali jika memang bayi Anda memiliki kelainan bentuk tulang saat dilahirkan, tentu dokter atau bidan yang membantu proses persalinan ibu akan menginformasikan cara perawatan lebih lanjut. 

Merawat Tali Pusar

Perawatan tali pusar bayi sekarang ini tidaklah sesulit dahulu, karena perkembangan dunia kedokteran yang semakin banyak melakukan penelitian dan inovasi di dunia kesehatan. perawatan pada tali pusar bayi cukup dilakukan dengan menjaganya agar tetap kering dan menghindarkan dari benda - benda asing yang bisa menimbulkan bahaya bagi sang bayi, tahap ini dilakukan hingga memasuki hari ke 7 atau lebih, dan tali pusar bayi akan terlepas dengan sendirinya. 

Perawatan tali pusar yang disarankan adalah, sebaiknya tali pusar bayi dibiarkan terbuka tanpa dibalut kain kassa, Anda cukup mengolesinya dengan alkohol ketika masih berada di rumah sakit. Kemudian saat Anda sudah berada dirumah, setiap kali mandi tali pusar bayi dibersihkan dengan disabuni secara perlahan dan hati-hati sampai bersih.

Walaupun begitu Anda sebagai orang tua harus selalu memperhatikan perawatan pada tali pusar bayi ini jangan sampai timbul bau dan berwarna kemerahan karena bisa saja tali pusar bayi mengalami infeksi, apabila hal ini terjadi segeralah bawa ke dokter untuk konsultasi dan perawatannya.
 
Mengganti Popok dan Pakain bayi

Anda juga perlu memperhatikan untuk mengganti pakaian serta popok bayi jika basah yang disebabkan oleh kencing bayi maupun karena BAB bayi Anda juga keringat si kecil, Popok yang basah apabila terlalu lama dibiarkan akan menimbulkan iritasi pada kulit bayi untuk mengatasi ruam pada tubuh bayi yang terjadi karena popok basah tersebut Anda bisa menggunakan baby lotions yang telah teruji secara klinis. Kemudian jangan terlalu sering untuk memakaikan popok pada bayi anda, sesekali juga bebaskan bayi Anda tanpa menggunakan popok sehingga pori-pori kulit tubuhnya dapat bisa menyerap oksigen.

Sebaiknya, anda memilih popok kain untuk bayi yang terbuat dari bahan katun yang lembut. Namun jika terpaksa Anda dapat menggunakan pampers saat berpergian, dan sering-sering untuk memperhatikan kondisi pampers gantilah setiap popok bayi basah. Penggunaan popok kain disamping karena ramah lingkungan, popok bayi juga aman untuk tubuh bayi, karena Bayi Anda akan terhindar dari resiko alergi dan  infeksi  serta ruam popok. 

Memandikan dan Memijat Bayi Setelah Mandi

Dalam memandikan bayi yang baru lahir, frekuensi yang disarankan adalah memandikannya 2 kali sehari yakni pagi dan sore hari, tentunya dengan memakai sabun dan shampo bayi tidak perih di mata serta lembut untuk kulit bayi. Kegiatan memandikan bayi ini akan membuat bayi merasa tenang dan menimbulkan rasa nyaman pada tubuhnya, sehingga bayi Anda pun dapat tidur tanpa merasakan gelisah akibat rasa gerah. Selain itu memijat bayi setelah Anda memandikannya juga sangat baik karena sentuhan kasih sayang yang Ibu berikan menimbulkan ketenangan serta memberi rasa aman pada bayi.

Penggunaan bedak pada bayi baru lahir. 

Sebaiknya anda jangan memberikan bedak tabur pada seluruh tubuh bayi baru lahir sesaat setelah mandi. Karena bisa menimbulkan resiko bayi akan mengrhirup serbuk dari bedak tabur tersebut sehingga bisa berakibat masuk kedalam paru -paru dan mengganggu pernafasan pada bayi. Jika memang Anda ingin memberinya bedak, sebaiknya gunakanlah bedak padat dengan spon yang lembut. Kemudian anda cukup mengusapnya secara tipis di daerah sekitar lipatan paha, lipatan bawah lutut,  ketiak, dan leher bayi.

Jaga kebersihan saat bayi mandi dengan menyabuni daerah ketiak dan lipatan leher dengan cermat. Akan lebih baik jika bayi setiap selesai mandi kulit bayi tidak diberi bedak tabur atau talk sama sekali. Perawatan bayi usai buang air kecil dan buang air besar dengan menabur bedak di pantat atau alat kelamin tidak direkomendasikan lagi. Menabur bedak justru  akan menumpuk kotoran pada daerah alat kelamin bayi dan mudah terjadi lecet atau iritasi. Pori-pori kulit bayi masih sangat sensitif dan perlu sirkulasi udara terutama di daerah pantat dan alat kelamin yang tertutup. Setiap bayi buang air kecil atau buang air besar cukup bersihkan dengan kapas yang dibasahi air hangat dan keringkan dengan handuk  lembut.

Selamat menjalani peran menjadi ibu baru.