Showing posts with label Kandungan. Show all posts
Showing posts with label Kandungan. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

Tips Mengejan selama proses persalinan


Proses mengejan yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan normal merupakan reaksi dan proses yang alamiah, proses ini terjadi pada saat bayi hendak keluar. Pada saat proses persalinan, mengejan perlu dilakukan secara baik dan benar sehingga kekuatan bunda tidak sia-sia. 

Diantara para wanita bahkan ada yang merasa perlu untuk buang air besar ketika mereka merasakan keinginan ini saat pertama kali mengalaminya. Ketika Anda merasakan keinginan mengejan selama proses melahirkan, tahan napas dan bergumamlah sewaktu Anda menarik napas "jeda" pada setiap pernapasan. Anda atau pasangan dapat meminta perawat atau bidan mengecek pembukaan yang Anda alami saat ini. Jika leher rahim sudah terbuka penuh, Anda umumnya dapat mulai mengejan saat merasakan keinginan tersebut. Jika leher rahim belum benar-benar terbuka seluruhnya tetapi sudah sangat tipis, lunak, dan meregang, Anda sebaiknya berjongkok demi memenuhi kebutuhan mengejan yang Anda rasakan.

Apabila leher rahim Anda masih mempunyai daerah yang tebal (kadang-kadang disebut "bibir" atau "bibir anterior") Anda tidak boleh berjongkok sampai leher rahim sudah membuka seluruhnya. Bila tidak, leher rahim akan membengkak dan memperlambat perkembangan persalinan. Perawat atau pamberi perawatan akan memandu Anda mengenai apa yang harus dilakukan saat ini. Meskipun kadang-kadang sangat sulit dan tidak nyaman untuk menahan agar tidak mendorong saat Anda merasakan keinginan yang kuat, tidak ada bahaya menunda pengejanan sampai leher rahim sudah terbuka seluruhnya.
HINDARI MENGEJAN SAAT KEPALA BAYI KELUAR
Pernapasan dan dorong kebawah yang diuraikan diatas dialanjutkan untuk setiap kontraksi sampai sebagian besar kepala bayi mulai terlihat (crowning), dimana Anda merasa jaringan alat kelamin bagian bawah meregang dan terasa panas. Pada saat ini, Anda harus berhenti mendorong kebawah untuk membiarkan alat kelamin dan parineum meregang perlahan-lahan disekitar kepala bayi yang mulai muncul, guna mengurangi kemungkinan robekan atau pelahiran yang terlalu cepat. Saat terjadi peregangan, sensasi panas merupakan sinyal yang jelas untuk menghentikan pendorongan kebawah. Dokter atau bidan pada saat itu juga akan memberi arahan, mengatakan pada Anda kapan harus mengejan dan kapan berhenti mengejan. Agar Anda tidak mengejan, keluarkan nafas seperti yang Anda lakukan saat menghindari desakan untuk mengejan sampai desakan menghilang atau sampai Anda diminta mendorong kembali.

Mendorong Spontan

Begitu leher rahim membuka penuh, kala dua persalinan dimulai. Anda mungkin merasa atau bisa saja tidak merasakan dorongan untuk segera mendorong (atau mengejan) bersama dengan kontraksi yang terjadi. Jumlah dan kecepatan turunnya bayi, kedudukan dan posisinya dalam panggul, dan posisi tubuh Anda serta faktor lain akan menentukan apakah dorongan tersebut akan timbul segera atau timbul sesudah istirahat sejenak. Biasanya, dengan berjalannya waktu dan pergantian posisi keposisi duduk tegak atau berjongkok, fase istirahat dari kala dua persalinan akan menghilang dan desakan untuk mengejan akan meningkat.
Respons Anda terhadap kontraksi kala dua tergantung pada sensasi yang Anda rasakan. Anda barangkali merasakan beberapa desakan-desakan yang kuat dan tidak tertahankan untuk mengejan- dalam setiap kontraksi. Masing-masing berlangsung selama beberapa detik. Pada keadaan ini yang perlu Anda lakukan hanyalah bernapas, menggunakan pola yang sesuai untuk Anda, sampai Anda merasakan desakan untuk mengejan dan tubuh Anda mulai mendorong kebawah. Berikan respons untuk terhadap desakan mengejan, biarkan tubuh mendorong kebawah selama Anda merasakan desakan tersebut. Kemudian bernapaslah dengan ringan sampai muncul desakan berikut atau sampai kontraksi mereda. Anda mungkin akan mengejan tiga sampai lima kali per kontraksi, dengan setiap pengejanan berlangsung selama lima sampai tujuh detik. Manfaatkan kesempatan untuk beristirahat dan rileks di antara waktu kontraksi.
Jenis pengejanan ini disebut "dorongan spontan" (berarti bahwa Anda bereaksi secara spontan terhadap desakan untuk mengejan). Jenis ini direkomendasikan jika persalinan berjalan dengan normal dan calon ibu tidak dibius. Pendorongan spontan tidak mungkin dilakukan jika dilakukan pembiusan, karena bius menghilangkan sensasi mengejan dan kemampuan Anda untuk mendorong dengan efektif. Jika Anda mendapat pembiusan, asisten atau perawat yang mendampingi Anda akan memberi tahu kapan dan bagaimana Anda harus mengejan. Ini disebut "mendorong terpimpin".
Saat berlatih teknik mendorong untuk kala dua, Anda tidak perlu mendorong kuat-kuat, cukup sampai merasakan bahwa dasar panggul anda mengembung. Untuk dapat lebih epektif, bayangkan apa yang terjadi jika Anda mengejan pada persalinan yang sebenarnya. Bayangkan bayi turun dan berputar untuk mengingatkan diri Anda akan pentingnya relaksasi dan mengembungkan dasar panggul.

Mendorong Terpimpin

Uraian terdahulu tentang teknik mendorong kala  dua didasarkan pada asumsi bahwa Anda akan merasakan desakan mengejan untuk mengejan, yang akan membimbing respons Anda terhadap kontraksi. Meskipun demikian, jika Anda tidak merasakan kontraksi karena pembiusan, atau jika Anda tidak mengalami desakan untuk mengejan (bahkan sesudah 20 atau 30 menit berlalu dan Anda sudah mencoba berganti posisi (dibantu gaya tarik bumi) seperti, berjongkok, duduk, merangkak atau berdiri tegak, Anda mungkin perlu melakukan pendorongan terpimpin yang rutin.
Pada teknik ini, asisten pelahiran, perawat atau pasangan Anda akan memberitahu kapan, seberapa lama, dan seberapa kuat Anda harus mengejan.
1. Saat kontraksi dimulai, tarik napas 2 atau 3 kali dan saat Anda diminta mengejan, tarik napas dan tahan. Tekuk badan kedepan, tekuk dagu kearah dada dan dorong kebawah, dengan  mengencangkan otot-otot perut.
2. relakskan otot-otot dasar panggul. dorong kebawah selama 5 sampai 7 detik. Dengan cepat keluarkan napas, tarik napas kembali beberapa kali, dan ulangi rutinitas tersebut sampai kontraksi mereda.
3. Saat kontraksi berakhir, dengan perlahan baringkan tubuh atau duduk menyandar, beristirahat dan bernafas secara normal.
Catatan: Rutinitas ini berlanjut untuk setiap kontraksi sampai kepala bayi hampir keluar. Pada saat ini, dokter atau bidan akan mengatakan agar Anda berhenti mengejan sehingga bayi dapat keluar melalui lubang alat kelamin dengan perlahan. Sesuai intruksi asistan pelahiran, relaks, dan keluarkan semua udara dari paru-paru. Jika perlu embuskan dengan cepat untuk mencegah agar Anda tidak mengejan.

Sumber : Bidanku

Friday, October 26, 2012

Mengetahui Tanda Awal Akan Melahirkan


Mungkin diantara para ibu hamil, khususnya bagi anda yang baru pertama kali menjalani kehamilan tidak jarang yang belum mengetahui secara pasti apa saja tanda akan melahirkan. Pada umumnya proses melahirkan untuk kebanyakan ibu hamil adalah pada saat usia kandungan memasuki minggu ke 39 hingga minggu 41. Akan tetapi lamanya usia kehamilan pada setiap ibu hamil berbeda-beda, maka banyak ibu yang melahirkan bayinya pada rentang waktu usia kehamilan tersebut tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda prematur maupun kelahiran bayi yang terlambat. 

Disaat minggu-minggu akhir kehamilan, ibu hamil akan memproduksi progesteron pada tubuhnya dimana progesteron berfungsi untuk melunakkan jaringan di sekitar daerah cervix atau leher rahim yang menghubungkan antara uterus dan alat kelamin ibu serta pelvis (panggul) untuk persiapan proses melahirkan. Proses Melahirkan akan terjadi ketika  adanya kontraksi pada rahim mulai meregangkan jaringan di sekirar cervix.

Bagi para ibu hamil khususnya yang baru pertama kali akan menjalani proses melahirkan, berikut ini beberapa Tips Mengetahui Tanda Awal Akan Melahirkan di antaranya :

Merasakan Nyeri Pada Bagian Selangkangan

Hal ini karena adanya tekanan oleh kepala bayi atau janin sudah turun ke posisi bawah menuju daerah rangka tulang panggul anda, sehingga menyebabkab ibu hamil akan merasakan nyeri pada bagian selangkangannya, Selain itu karena janin juga telah menekan kandung kemih akan menyebabkan ibu hamil sering buang air kecil. Selain merasakan nyeri pada bagian selangkangan ibu hamil juga perutnya akan terasa sakit, mulas, sering buang air besar, dan buang angin.

Merasakan Sakit Pada dan Tulang Belakang.

Pada bagian panggul dan tulang belakang Ibu hamil akan merasakan lebih sakit dari biasanya. Rasa sakit ini yang diamali ini karena adanya pergeseran serta pergerakan bayi atau janin yang mulai menekan tulang belakang.

Keluarnya Lendir Kental Bercampur Darah

Selama kehamilan bayi anda tersumbat dalam rahim oleh mucus (gumpalan lendir yang lengket pada leher rahim). Saat persalinan dimulai dan cervix mulai membuka, gumpalan mucus tadi terhalau. Pada saat bersamaan, membran yang mengelilingi bayi anda dan cairan amniotik agak memisah dari dinding rahim. Penampakan dari darah dan mucus yang keluar tampak bagai cairan lengket berwarna merah muda ini merupakan tanda anda segera akan menjalani proses persalinan.

Kontraksi

Adalah tidak biasa bisa suatu persalinan diawali dengan kontraksi yang kuat. Mulanya, kontraksi tersasa seperti sakit pada punggung bawah, yang berangsur-angsur bergeser ke bagian bawah perut. Beberapa menggambarkannya mirip dengan mulas saat haid. Saat mulas bergerak kebagian perut dengan tangan dapat anda rasakan bagian perut tersebut mengeras. Kejangnya mirip kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu), namur terasa teratur, semakin seiring dengan kemajuan proses persalinan. Rahim tersusun oleh otot-otot longitudinal involuntary, yaitu otot-otot yang tak dapat anda kontrol sesuka hati. Selama proses melahirkan, otot-otot tersebut semakin menebal dan memendek seiring dengan setiap kontraksi, dan saat itu juga otot-otot itu berangsur-angsur berhenti menipis, atau menghapus cervix. Proses ini berlanjut hingga pembukaan cervix menjadi penuh, ukuran lebarnya antara 8-10 cm. Dewasa ini besarnya bukaan tidak lagi diukur dengan jari. Lima jari berarti bukaan penuh.

Tahap awal dilatasi dari 1-4 cm berlangsung paling lama. Kontraksi perlahan dan muncul setiap 15-20 menit, lalu berangsur menguat dan semakin sering sehingga menjadi setiap tiga hingga lima menit, yang membuat anda merasa tak nyaman. Bila air ketuban anda belum pecah, lebih baik mendatangi rumah sakit begitu kontraksi terasa setiap 10 menit. Begitu dilatasi servix mencapai 4 hingga 5 cm, kontraksi akan terasa semakin cepat hingga seperti muncul bergelombang. Untuk mengatasinya ambillah nafas pendek-pendek namun cepat, dan waktu untuk menarik nafas diantaranya akan terasa sangat singkat. Bisa dikatakan inilah masa terberat melahirkan, yang bisa membuat anda ingin memperoleh obat penghilang nyeri.

Pecahnya Air Ketuban

Pada beberapa kasus, membran masih utuh hingga akhir tahap pertama persalinan. Kemudian, desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi anda pada mulut cervix menyebabkan pecahnya air ketuban.
Saat air ketuban mulai bocor, anda akan merasakan semburan air atau hanya rembesan, namun persitiwa sebenarnya pecahnya air ketuban tidak terasa, karena membran tidak memiliki syaraf. Tugasnya adalah menampung dua liter air amniotik steril, yang saat keluar sekaligus juga membersihkan jalur persalinan. Seiring dengan pecahnya membran, proses melahirkan akan berlangsung cepat. Kepala bayi akan berusaha keras menekan cervix, untuk membukanya dan merangsang pelepasalan prostaglanding untuk memacu kontraksi anda.

Thursday, October 25, 2012

Dapatkah Melahirkan Normal, Bila Pernah Caesar?

Dapatkah Melahirkan Normal, Bila Pernah Caesar? | Melahirkan Normal pasca melahirkan caesar


Tidak Semua Ibu yang sebelumnya pernah melahirkan secara caesar, pada persalinan berikutnya harus melahirkan secara caesar pula. Disebabkan oleh kurangnya informasi yang dimiliki oleh para ibu, pada akhirnya banyak ibu hamil pada saat persalinannya kembali melakukan bedah caesar.
Dulu, dokter berpendapat bahwa apabila seorang ibu melahirkan dengan cara bedah caesar maka pada proses persalinan yang akan datang juga harus melakukan hal yang sama. Hal ini disebabkan karena kekhawatiran akan bekas luka operasi pada rahim bisa mengalami pecah saat melahirkan secara normal.
Akan tetapi pendapat itu kini telah berubah dan ibu yang pernah caesar dapat menjalani proses persalinan secara normal pada kehamilan berikut.
Sesungguhnya melahirkan secara normal mempunyai beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan bedah caesar, misalnya proses pemulihan kondisi ibu akan lebih cepat, Resiko timbulnya komplikasi akan lebih kecil seperti mengalami perdarahan yang berlebihan dan infeksi.
Dalam studi yang dilakukan baru - baru ini diketahui bahwa, banyak dari para ibu atau sekitar 3/4 ibu hamil tidak menyadari mengenai fakta-fakta tersebut sehingga mereka cenderung untuk memilih kembali operasi caesar pada proses persalinan berikut. Resiko rahim pecah yang banyak di khawatirkan banyak orang ini presentasenya cukup rendah rata-rata hanya 0,5-1 persen.
"Pointnya adalah bukan mengatakan salah satu pilihan lebih baik dari yang lain, sebab keduanya aman. Tapi apabila ibu hamil mengetahui informasi dengan tepat maka ia dapat mengurangi kemungkinan operasi caesar kembali pada saat persalinan" menurut, ketua penelitian Dr Sarah N Bernstein dari Magee-Womens Hospital di Pittsburgh.
Hasil temuan ini dilaporkan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology yang didasarkan pada survey kepada 155 responden ibu yang sebelumnya pernah melakukan operasi caesar.
Bernstein dan timnya mengungkapkan bahwa semua ibu hamil harus membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi sebanyak mungkin. maka dari itu ibu hamil jangan pernah ragu untuk bertanya agar dapat mengambil keputusan yang tepat pada proses persalinan yang akan datang.
Bernstein menuturkan masing - masing individu perempuan berbeda - beda, oleh sebab itu kuncinya adalah perlunya bertanya kepada dokter. apabila kehamilan pertama terpaksa harus melahirkan secara caesar karena posisi kepala bayi tidak dibawah (bayi sungsang), maka untuk kehamilan berikutnya kesempatan untuk melahirkan secara normal lebih tinggi.

Terima Kasih telah membaca Dapatkah Melahirkan Normal, Bila Pernah Caesar? Semoga bermanfaat

Saturday, October 20, 2012

Rasa Takut Ibu Memperlambat Proses Melahirkan


Proses persalinan merupakan sebuah impian yang ditunggu oleh pasangan suami isteri, karena dengan kehadiran si buah hati yang akan dilahirkan tentu menambah lengkapnya kehidupan sebuah keluarga dan menjadi harapan baru untuk keluarga. Kebahagian pasti dirasakan oleh ibu hamil dimana saja ketika tangisan bayi mungil yang lucu terdengar menggema, setelah sang ibu melalui sebuah perjuangan yang hebat, rasa lelah dan sakit akibat melahirkan seketika itu pudar setelah bayi mungil dalam dekapan sang ibu. 

Inilah nilai sebuah kebahagiaan yang begitu mempesona dan tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. akan tetapi terkadang kebahagiaan ini bagi sebagian ibu hamil akan terusik karena adanya rasa ragu dan perasaan takut akan proses persalinan. Sebagian dari ibu hamil bahkan ada yang membayangkan betapa sulit, lelah dan sakitnya proses persalinan, serta berbagai macam perasaan yang bercampur didalam pikiran sang ibu seakan proses persalinan adalah hal yang menakutkan.

Hal ini sangat wajar terjadi apalagi bagi ibu yang baru pertama kali akan menjalani proses persalinan, rasa takut menjelang melahirkan memang kebanyakan dialami oleh para ibu hamil. Namun perasaan takut ini Justru akan makin membuat ibu hamil semakin terbebani dan dapat mengalami stress saat proses persalinan berlangsung, bahkan bisa memperlambat Proses Melahirkan, dan tentu saja hal ini akan membuat ibu semakin tersiksa.

Dari hasil sebuah riset BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.yang di publikasikan pada tanggal 27 Juni 2012 mengungkapkan bahwa ibu hamil yang memiliki rasa takut akan melahirkan mengalami proses persalinan lebih lama di banding dengan ibu hamil yang tenang ketika menghadapi proses persalinan. Riset yang dilakukan di Norwegia tersebut menemukan bahwa ibu hamil yang mengalami rasa takut, menghabiskan waktu dalam proses persalinan lebih lama sekitar setengah hingga satu jam dari ibu hamil yang relaks menjelang persalinan. Selain itu rasa takut, juga berhubungan dengan proses persalinan menjadi di bantu peralatan atau mengarah ke operasi caesar. Hasil dari riset juga menunjukan bahwa ibu hamil yang takut akan persalinan menjalani proses persalinan normal sekitar 89%, sedangkan yang tidak takut 93%. Riset dilakukan terhadap 2.200 ibu hamil dan setengahnya adalah ibu dengan kehamilan pertama.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin ibu hamil harus menghindari rasa takut yang berlebihan pada saat menjelang persalinan. Karena sasa takut sama sekali tidak membantu dan justru akan membuat keadaan menjadi tidak baik. Disamping itu juga perasaan takut melahirkan hanya akan menjadi kendala bagi para bidan yang membantu persalinan anda. Selalu berpikir positif adalah kunci dalam menghadapi proses persalinan. Untuk mengatasi perasaan takut ibu hamil saat hendak melahirkan, cobalah bayangan betapa indahnya momen saat mendengar tangisan pertama bayi mungil anda.
Diedit dari : Bidanku

Friday, October 19, 2012

Beberapa Tips Persiapan Persalinan


Persiapan Persalinan - Para ibu hamil yang hendak melakukan proses persalinan sebaiknya mempersiapkan diri dan melakukannya dengan cara yang sehingga tidak terjadi trauma atau baby blues pada sang ibu pasca persalinan. Oleh karena itu ibu hamil perlu untuk membekali diri dengan beberapa tips yang bermanfaat dari Dr. S. Gozali, MBBS (London), MRCOG (London), DFFP (UK) , Spesialis Obstetrics dan Gynaecology, RS Grha Kedoya .

Berikut beberapa tips persiapan menjelang persalinan :

1.   Persiapan Mental

Proses persalinan yang panjang akan sangat membutuhkan tenaga dan mental yang menimbulkan kelelahan pada sang ibu, dengan Persiapan mental yang baik dari sang ibu tentu akan sangat membantu untuk melalui proses tersebut khususnya bagi ibu baru. Disamping itu, ibu hamil juga akan terbebas dari rasa takut dalam menjalani proses melahirkan sehingga proses persalinan pun dapat dilalui dengan pikiran yang tenang dan rileks

2.  Perlunya Riset

Dengan mempunyai pengetahuan yang benar, Anda bisa tahu mana yang benar dan tidak, serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, menanggapi nasihat yang ternyata hanya mitos. Anda bisa berdiskusi dengan dokter kandungan atau mencari tahu di buku hingga situs kesehatan. Riset mengenai proses persalinan juga bermanfaat agar Anda tak akan terlalu kaget ketika dokter melakukan pemeriksaan bagian dalam, mengecek pembukaannya, memeriksa kondisi bayi, denyut jantung ibu dan bayinya, dan lain-lain.

Jangan lupa juga untuk mencari tahu rumah sakit dan dokter kandungan atau bidan yang kompeten dan selalu siap sedia. Pertimbangkan pula kemungkinan terjadinya komplikasi. Jadi selain dokter kandungan, cari tahu juga apakah di rumah sakit yang dipilih terdapat dokter anastesi, dokter anak, internis, spesialis bedah yang kompeten. Fasilitas yang diperlukan juga harus masuk ke dalam riset. Begitu juga dengan akses seperti jarak dari rumah, kemacetan, hingga lahan parkir di rumah sakit.

3.   Antenatal Care

Persalinan adalah proses yang alami. Jadi meski Anda belum berpengalaman, persalinan tidak akan terlalu menakutkan. Terutama jika Anda rajin melakukan antenatal care atau pemeriksaan selama kehamilan dengan benar dan tepat. “Kadang-kadang saat persalinan dokter menemukan ada komplikasi (yang tidak terdeteksi, Red.),“ ujar Gozali. Menurut Gozali, seharusnya komplikasi tidak sampai terjadi atau terdeteksi lebih awal jika ibu hamil rutin melakukan antenatal care .

Manfaat lain dari antenatal care adalah Anda akan diedukasi bagaimana persalinan yang benar. Misalnya mengenal tanda-tanda persalinan atau partum seperti ada “show” atau sejumlah kecil darah yang bercampur dengan lendir dari serviks, kontraksi, hingga air ketuban pecah. Jika salah satu ciri tersebut muncul, harapannya Anda bisa tahu kapan harus berangkat ke rumah sakit. Selain itu, antenatal care juga memelajari soal diet pada ibu hamil, latihan bernapas untuk persalinan, sexual intercourse , serta bahaya merokok, obat-obatan terlarang, alkohol, dan lainnya.

4.  Belajar Pernapasan

Untuk menahan rasa nyeri selama proses persalinan, “Ada yang namanya breathing exercise . Biasanya itu diajarkan di kelas senam hamil. Jangan lepas kontrol dengan berteriak-teriak enggak jelas. Sebisa mungkin hal ini diantisipasi dan ibu bisa tetap fokus melahirkan,” saran Gozali. Jika Si Ibu tetap tidak bisa menahan rasa sakit, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit dengan cara menyuntikkannya. “Kalau di luar negeri ada yang namanya Entenox atau laughing gas atau nitrous oxide . Di Indonesia setahu saya enggak ada. Efeknya menenangkan,“ ujarnya.

Gozali bercerita, ada juga beberapa perempuan yang tidak terlalu peduli rasa sakit. “Rasa sakit ini hanya sementara sampai bayinya keluar. Setelah ini saya bisa senang-senang,” cerita Gozali menirukan para ibu-ibu. Menurutnya, mental seperti inilah yang seharusnya dimiliki semua perempuan agar proses persalinan menjadi lebih mudah dan ringan.

5.  Dukungan Moral

Cari dukungan moral dari suami, ibu, saudara perempuan, teman, atau yang lainnya. Dukungan ini akan sangat Anda butuhkan selama proses berlangsung. “Sebaiknya, sih, perempuan karena biasanya suami atau lelaki tidak tahu apa yang harus dilakukan. Yang penting ada birthing partner .“ Meski demikian, suami bisa mendukung istri dengan memberi semangat saat istri lelah saat mengejan.

Dukungan ini sebaiknya jangan ada di saat persalinan saja, tapi juga di bulan-bulan awal saat bayi baru lahir. Ingat, pasca melahirkan merupakan saat yang merepotkan sekali bagi ibu. Suami jangan menganggap cukup istri yang mengurus anak atau berpikir, “Ya sudahlah, ada susternya ini.” Sebab suami wajib membantu istri dalam merawat dan mengurus bayi mereka.

6.  Perlengkapan Bayi

Siapkan perlengkapan bayi sebelum proses melahirkan tiba. Sebut saja popok, pakaian, selimut, botol susu, perlengkapan mandi, obat-obatan khusus bayi, dan lain-lain. Lengkapnya, Anda bisa menanyakan ini kepada teman yang sudah berpengalaman atau dari bidan dan perawat pada saat antenatal care .

7.  ASI

ASI memang makanan terbaik bagi bayi usia 0-2 tahun. Namun tak sedikit pula wanita yang kesulitan mengeluarkan ASI. Solusinya, pahami dan cari tahu apa yang membuat ASI Anda tidak keluar. Apakah memang karena Anda stres, bermasalah dengan puting, atau hal lainnya. Sebaiknya tanyakan hal ini kepada dokter atau konsultan laktasi. Jika semua cara sudah Anda lakukan tapi ASI tetap tak keluar, jangan risau dan terima saja. “Anda bisa menggantinya dengan susu formula. Jangan sampai Anda berpikir anak Anda tidak akan tumbuh sempurna tanpa ASI. Pikiran seperti itu hanya akan membuat Anda semakin stres,” jelas Gozali. 

Sumber :  Tabloid Nova

Bayi Yang Dilahirkan Secara Normal IQ Lebih Cerdas

Apabila ibu hamil sudah siap untuk melahirkan, sebaiknya anda memilih untuk melahirkan secara normal, Jika anda tidak mempunyai indikasi medis yang mengharuskan ibu hamil melahirkan dengan cara operasi caesar, Karena perlu ibu hamil ketahui bahwa, bayi yang menjalani proses kelahiran secara normal IQ bayi akan lebih cerdar atau mempunyai IQ tinggi dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Yale University, Amerika serikat, Para ibu yang melahirkan secara normal akan meningkatkan kadar protein pada otak bayi sehingga IQ yang dimiliki bayi lebih tinggi sehingga membuat anak akan lebih cerdas.

Meningkatnya kadar protein, atau disebut pula Uncoupling Proteins 2 pada bayi yang dilahirkan secara normal membuat memori pada otak bayi meningkat terutama meningkatnya memori jangka penjang dan jangka pendek karena ini adalah faktor utama dari tingkat keceradasan otak manusia. Disamping mampu meningkatkan kecerdasan otak pada anak, protein Uncoupling Proteins 2 (UCP2) ini juga sangat bermanfaat untuk membuat bayi akan meminum Air Susu Ibu (ASI.).

Para ahli tersebut mendapatkan hasil dari penelitian setelah mereka melakukan studi pada Otak Tikus dibagian hippocampal yang dilahirkan dengan cara normal dan otak tikus yang dilahirkan secara caesar. Fakta yang diperoleh adalah, tikus yang dilahirkan dengan operasi caesar memiliki kadar protein Uncoupling Proteins 2 lebih rendah dan berdampak terjadinya gangguan tingkah laku setelah tumbuh menjadi dewasa.

Temuan ini hadir pada saat munculnya sejumlah kontroversi diantara para ahli mengenai bedah caesar. Diantara kritik tersebut adalah bedah caesar dapat meningkatkan resiko perdarahan internal saat kelahiran. Selain itu, bedah caesar juga dinilai bisa menyebabkan hadirnya masalah fertilitas perempuan di kemudian hari. Mereka yang menolak kelahiran caesar ini menyalahkan selebritas seperti Victoria Beckham dan Zoe Ball. Dua selebritas itu dianggap telah membuat lebih banyak kaum perempuan melakukan hal yang sama dalam melahirkan anak-anak mereka.

"Hasil penelitian ini mengungkap peran penting UCP2 yang potensial dalam perkembangan sirkuit otak dan perilaku yang terkait," kata salah satu peneliti, Tamas Horvath.

Hasil temuan ini dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE. Dia menambahkan, peningkatan prevalensi caesar yang dilakukan kaum perempuan didorong oleh rasa nyaman dibanding pertimbangan medis. Padahal hal ini bisa berakibat pada pengaruh yang tidak terduga pada perkembangan otak. "Kami menemukan bahwa kelahiran normal memicu ekspresi UCP2 pada sel-sel neuron yang terletak pada area hippocampal otak."

Wednesday, October 17, 2012

Manfaat Olahraga Selama Kehamilan

Manfaat Olahraga Ibu Hamil | Tips Memilih Jenis Olah Raga Ibu Hamil

Selama ibu hamil menjalani kehamilannya, organ-organ tubuh ibu hamil akan bekerja ekstra dua kali dari kondisi normal karena tubuh ibu hamil saat ini menopang kehamilan. Maka dari itu, kebanyakan para ibu yang hamil akan mudah mengalami rasa lelah, sering mengalami sakit pada bagian pinggang, gampang terserang sakit kepala, pening danmasih banyak lagi keluhan lain. 

Selama ibu hamil menjalani kehamilan sebaiknya tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang berlebihan karena hal ini dapat mengakibatkan ibu hamil kelelahan, dengan banyak beristirahat akan membantu ibu hamil selalu terjaga kondisinya dalam melalui kesehariannya selama masa kehamilan. Akan tetapi bukan berarti ibu hamil harus bermalas - malasan dan tidak melakukan aktivitas apapun, selama menjalani kehamilan melakukan kegiatan olahraga untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh sangat baik untuk dilakukan. Dan pastinya dengan olahraga yang sesuai untuk dilakukan oleh ibu hamil.

Dengan berolahraga akan sangat bermanfaat karena dapat memperbaiki dan menjaga mood ibu hamil, akan lebih merasakan kenyamanan tubuh pada saat tidur, mengurangi dan mengatasi rasa pegal, mengurangi sakit pinggang serta ngilu pada tubuh. Disamping itu itu dengan melakukan olahraga, ibu hamil akan lebih siap untuk menghadapi proses persalinan, karena tubuh yang tersbiasa melakukan olahraga selama kehamilan akan memiliki daya tahan tubuh dan otot yang terlatih. olahraga yang dilakukan secara rutin selama masa kehamilan juga akan memudahkan ibu untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah proses persalinan.

Manfaat utama dari olahraga selama kehamilan adalah memperbaiki kinerja jantung, dapat menjaga berat badan ibu hamil yang ideal, menjaga kebugaran tubuh, mempersiapkan otot-otot ibu hamil guna proses persalinan tanpa menyebabkan terjadinya stress atau gangguan pada janin yang sedang di kandung sang ibu.
Dibawah ini beberapa jenis olahraga yang dapat ibu hamil lakukan, akan tetapi tidak semua ibu hamil dapat melakukannya, karena tergantung oleh kondisi masing – masing ibu hamil. oleh karena itu sebaiknya sebelum ibu hamil melakukan aktivitas berolahraga terlebih dahulu konsultasikan dokter anda kira – kira jenis olah raga apa yang paling cocok untuk anda lakukan.


Olah Raga Ibu Hamil - Jalan Kaki
Adalah jenis olah raga terbaik yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama menjalani kehamilan. Jalan kaki sangat baik dilakukan karena dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh dan juga akan menjaga fitalitas dan kebugaran tubuh ibu hamil. Olahraga jalan kaki adalah olah raga yang palling simpel karena dapat dilakukan oleh siapa saja, murah karena tanpa biaya tentunya, tidak membutuhkan peralatan pendukung, dan dapat dilakukan di mana saja. Olah raga ini bisa ibu hamil lakukan hingga masai kehamilan mendekati proses persalinan.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists ibu hamil bisa melakukan olah raga dengan berjalan kaki selama 30 menit per hari.
Selama melakukan melakukan olahraga ini agar ibu hamil menghindari dehidrasi, oleh karena sebaiknya selalu menyediakan air minum selama jalan kaki atau jangan melakukannya pada saat terik panas di siang hari. Begitu pula, hindari melakukan jalan kaki saat malam hari. Hindari pula jalan kaki dengan jalur yang menanjak.Hentikan olah raga jalan kaki, jika ibu hamil mengalami perdarahan, sesak nafas, mengalami kontraksi, pusing, mengalami sakit dada, sakit atau kram pada betis, dicurigai adanya pecah ketuban atau setelah jalan kaki adanya kondisi dimana janin pergerakannya jadi berkurang.

Olah Raga Ibu Hamil - Berenang
para ahli kesehatan menyatakan bahwa berenang merupakan salah satu olahraga terbaik bagi ibu hamil. berenang sangat baik sebab sangat bagus melatih otot otot besar (kaki dan tangan). Memberi manfaat bagi kinerja jantung dan juga mempermudah menurunkan berat badan bagi ibu hamil yang over weight. Selain itu olahraga berenang dapat menghindarkan ibu hamil dari dehidrasi . Namun meskipun demikian disarankan ibu hamil setiap 15 menit sekali minum satu gelas air selama melakukan olahraga renang dan satu gelas setelah selesai. Olahraga berenang sendiri bisa dilakukan ibu hamil selama 30 menit dalam sehari. Gaya dada cocok dilakukan oleh ibu hamil karena tidak membutuhkan banyak putaran seperti pada gaya bebas juga hanya membutuhkan tenaga yang minim. Selain itu gaya punggung juga baik dilakukan oleh ibu hamil saat renang karena air dapat mengurangi efek gravitasi pada tubuh dan dengan posisi terlentang menghindari resiko terganggunya aliran darah.
Olah Raga Ibu Hamil - Senam Hamil
Meskipun ibu hamil bisa melakukan senam secara sendiri berdasarkan DVD yang banyak beredar namun akan lebih baik jika ibu hamil melakukan senam hamil dipandu oleh ahli atau mengikuti kelas-kelas hamil yang saat ini banyak berdiri. Selain mendapatkan kebugaran dan panduan yang tepat , ibu dapat berinteraksi dengan ibu ibu hamil lainnya sehingga makin memperbanyak pengetahuan dan berbagi pengalaman dengan yang lain. Dengan melakukan senam hamil, dapat menambah kesehatan dan kebugaran ibu hamil beserta janinnya . Selain itu senam hamil dapat membantu melenturkan dan menguatkan otot-otot yang diperlukan saat persalinan nanti sehingga akan mempermudah proses persalinan.

 Olah Raga Ibu Hamil - Yoga
Sama halnya dengan senam hamil, jika ibu hamil ingin melakukan yoga ada baiknya mengikuti kelas-kelas yoga dengan panduan ahli. Selain membantu kebugaran tubuh ibu hamil, kelebihan yoga adalah melatih pernapasan dan relaksasi ibu hamil yang sangat penting diperlukan saat persalinan nanti karena, pada saat persalinan nanti dibutuhkan teknik-teknik pernapasan yang baik dan ibu hamil yang rileks dan yoga bisa membantu mewujudkan itu. Relaksasi yang dihasilkan dari latihan yoga dapat membuat ibu hamil menjalani hari-harinya dengan tenang, juga mampu mengurangi rasa takut akan proses persalinan.

Olah Raga Ibu Hamil - Latihan beban
Manfaat dari latihan beban salah satunya adalah mengurangi terjadinya ibu hamil mengalami cidera dan membuat otot-otot disekeliling sendi menjadi lebih kuat. Selain itu dapat membantu menjaga stamina tubuh yang sangat diperlukan selama kehamilan dan persalinan. Lakukan latihan angkat beban yang sederhana dan yang bisa juga dilakukan dirumah. Gunakan beban maksimal setengah dari berat beban normal. Sediakan air minum selama latihan berlangsung.
Olah Raga Ibu Hamil - Peregangan Otot
Dengan melakukan latihan peregangan dapat membantu fleksibilitas tubuh ibu hamil yang diperlukan saat proses persalinan dan juga dapat membantu mengurangi rasa sakit saat persalinan. Latihan peregangan juga dapat membantu relaksasi ibu hamil.
Mengingatkan kembali melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum ibu hamil melakukan olahraga.

Sumber : Bidanku

Kehamilan Diluar Kandungan

Kehamilan Diluar Kandungan | Kehamilan Ektopik | Penyebab Terjadinya Kehamilan Diluar Kandungan | Tanda dan Gejala Kehamilan Diluar Kandungan | Penanganan Terhadap Kehamilan Ektopik


Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik adalah kondisi kehamilan dimana sel telur wanita yang telah mengalami proses pembuahan tidak dapat melekat pada dinding rahim ibu, akan tetapi melekat dan menempel pada tempat yang berbeda yakni menempel pada bagian tuba falopi atau saluran telur, yang posisinya berada pada leher rahim wanita, di bagian indung telur atau didalam rongga perut. Jadi dapat dikatakan juga bahwa kehamilan ektopik adalah suatu kondisi dimana sel telur wanita yang telah mengalami proses pembuahan mengalami implantasi bukan pada tempat yang seharusnya atau terjadi pada bagian lain selain didalam rahim ibu, yakni uterus. Apabila sel telur yang telah dibuahi melekat pada saluran telur, ini akan dapat menyebabkan terjadinya sel telur yang bengkak atau pecah yang diakibatkan oleh pertumbuhan embrio. 

Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik, menimpa sekitar 1 persen dari semua kehamilan dan hal ini adalah suatu kondisi emergency yang membutuhkan dilakukannya pertolongan dan penanganan secara cepat. Karena apabila kondisi ini dibiarkan dan diabaikan oleh ibu yang mengalami kehamilan ektopik akan sangat beresiko dan dapat menimbulkan ancaman terhadap nyawa sang ibu, ini disebabkan karena adanya perdarahan didalam rongga abdomen, sehingga terjadinya pendarahan ini bukanlah perdarahan yang keluar seperti halnya ibu akan mengalami keguguran. Dalam beberapa kasus kehamilandiluar kandungan, janin yang dikandung sang ibu kemungkinan untuk dapat bertahan hidup hingga lahir sangatlah kecil. Akan tetapi pada beberapa kondisi kecil, misalnya pada kehamilan abdominal, terjadinya proses kehamilan dan janin dapat bertahan hingga proses persalinan. kemudian apabila proses persalinan bayi dilakukan dengan cara operasi caesar, maka ada kemungkinan bayi yang dikandung tersebut mampu bertahan untuk hidup.

Apa Penyebab Dari Kehamilan Ektopik?

Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal namun yang paling umum terjadi adalah karena disebabkan oleh terjadinya infeksi pada saluran falopi.
Berikut beberapa kondisi yang memungkinan terjadinya Kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan pada wanita :

Sang ibu pernah memiliki riwayat kehamilan ektopik atau pernah mengalami kehamilan diluar kandungan sebelumnya.
  1. Sang ibu mempunyai riwayat operasi pembedahan pada daerah sekitar tuba falopi atau pernah mengalami operasi tersebut.
  2. Selama masa kehamilan sang ibu pernah mengalami Diethylstiboestrol (DES)
  3. Ibu mengalami kelainan kongenital pada tuba fallopi.
  4. Ibu mempunyai riwayat Penyakit Menular Intimual (PMS) seperti gonorrhea, klamidia dan PID (pelvic inflamamtory disease) dan sebagainya.
Beberapa Gelaja Kehamilan Ektopik

Gejala kehamilan dilura kandungan atau kehamilan ektopik terjadi pada saat usia kehamilan mencapai usia antara 6 hingga 10 minggu. Berikut ini beberapa gejala umum yang terjadi pada ibu yang mengalami kehamilan ektopik :
  1. Pada daerah panggul salah satu sisinya, ibu hamil akan merasakan sakit hal ini biasanya terjadi secara tiba-tiba
  2. Mengalami kondisi perdarahan alat kelamin di luar jadwal menstruasi atau menstruasi yang tidak biasa
  3. Mengalami rasa nyeri yang sangat pada daerah perut bagian bawah
  4. Ibu hamil mengalami pingsan
Gejala tahap lanjut pada kehamilan ektopik :
  1. Rasa sakit perut yang muncul akan terjadi semakin sering
  2. Gejala lainnya adalah kulit ibu hamil terlihat lebih pucat
  3. Adanya tekanan darah rendah (hipotensi)
  4. Terjadinya denyut nadi yang meningkat
Diagnosa
Kehamilan ektopik biasanya sangat sulit di diagnosa oleh dokter, karena gejala dan tanda kehamilan ektopik juga biasanya terjadi pada kehamilan normal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kehamilan ektopik, yaitu dengan cara:

  1. Menggunakan USG (ultrasonography). Melalui usg dokter dapat mendeteksi kehamilan ektopik karena tuba falopi terdetek mengalami kerusakan dan terjadinya perdarahan atau terdeteksi di luar uterus terdapat embrio
  2. Melalui pengukuran terhadap kadar HCG (human chrionic gonadotopin - hormon kehamilan). Ibu hamil yang mengalami ektopik biasanya kadar hcg nya tidak mengalami peningkatan
  3. Dilakukannya pembedahan dengan sayatan kecil di bagian bawah perut (laparoskopi)
Pengobatan
Dokter akan selalu membatalkan kondisi kehamilan ektopik dengan cara pemberian obat-obatan untuk menahan perkembangan embrio. Efek jangka panjang akan dapat terhindarkan jika, kehamilan ektopik dapat terdekteksi sejak dini. jika kehamilan ektopik telah terdektesi sejak dini, hal ini dapat ditangani dengan pemberian obat suntik agar dapat diserap oleh tubuh ibu hamil, hal ini dapat menyebabkan kondisi tuba falopi masih dalam keadaan utuh. Jika kondisi serius, seperti jika tuba falopi telah mengembang, maka dokter akan melakukan operasi.

Prognosa
Sekitar 12 persen wanita akan kembali mengalami kehamilan diluar kandungan atau ektopik, apabila sebelumnya juga mempunyai riwayat mengalami kehamilan diluar kandungan. Wanita akan mengalami kesuburan kembali setalah mengalami kehamilan ektopik (60 persen), Mengalami trauma berat setelah terjadinya kehamilan ektopik sehingga berakibat wanita tersebut tidak ingin atau takut untuk menjalani kehamilan (30 persen) serta sekitar 10 persen wanita akan memiliki masalah kesuburan setelah mengalami kehamilan ektopik.

Pada kondisi wanita yang mengalami pasca kehamilan ektopik, sangat diperlukan peran serta dukungan positif dari sang suami, dari saudara, ataupun rekan dan sahabat terdekat.. Hal ini dimaksudkan agar pengalaman traumatic setelah wanita mengalami kehamilan ektopik dapat segera hilang dan secara perlahan meringankan beban mentalnya, sehingga keinginan wanita untuk bisa hamil kembali dapat pulih dengan secepatnya, tentunya melihat kondisi setelah mengalami kehamilan ektopik. Konsultasikan kondisi anda kepada dokter atau bidan jika anda ingin hamil kembali setelah mengalami kehamilan ektopik. Hal ini sangatlah penting untuk dilakukan, agar dokter atau bidan dapat memberikan langkah-langkah yang harus di tempuh untuk menghindari kembali terjadinya kehamilan ektopik. Dan jika, memutuskan untuk hamil kembali, maka pengawasan ketat terhadap kehamilan berikutnya sangat diperlukan, guna menjaga agar kehamilan tetap berlangsung dengan baik hingga masa persalinan nanti.


Video Kehamilan Diluar Kandungan



Sumber : Bidanku

Mengenai Cairan Ketuban Ibu Hamil

Mengenai Cairan Ketuban Ibu Hamil - Saat ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan di dokter kandungan, biasanya kita dapat mengetahui volume air dari ketuban yang ada di dalam rahim. Fungsi dari cairan ini adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bagi calon bayi yang didalam kandungan dimana cairan ketuban ini menjaga janin dari terjadinya benturan pada saat ibu hamil melakukan melakukan pergerakan saat beraktifitas setiap harinya. Selain itu cairan ketuban juga mempunyai fungsi untuk menjaga suhu didalam kandungan agar tetap normal, serta membantu mendorong tumbuh kembang organ tubuh calon bayi.

Jumlah atau volume cairan ketuban ini akan terus meningkat mengikuti bertambahnya usia kehamilan sang ibu, dan menjelang proses kelahiran volume cairan ketuban akan menyusut, menurut seorang spesialis obstetri dan ginekologi di California amerika serikat, Jeanne A. Conry, MD, PhD,  "Cairan ketuban dapat menandakan dan memberi gambaran tentang perkembangan kesehatan ibu disaat hamil," .

Cairan Ketuban dihasilkan oleh lapisan amnion, yang terdiri dari produksi urine bayi. Yang akan diserap kembali oleh janin melalui saluran pencernaan, sehingga sirkulasinya berjalan teratur. jumlah air ketuban yang terganggu mengindikasikan adanya gangguan pada sirkulasi tersebut. Apabila Cairan ini terlalu sedikit hal tersebut menandakan bahwa ibu hamil mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti gula darah atau diabetes dan juga naiknya tekanan tekanan darah. "Jika hal ini dialami pada masa awal kehamilan, dapat mempengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan," ungkap Conry. Selain itu, kemungkinan lain juga dapat terjadi yakni cacat pada bayi saat dilahirkan.

Namun apabila volume cairan ketuban didalam kandungan terlalu berlimpah, dapat mengindikasikan bahwa ibu hamil memiliki masalah gula darah atau diabetes. Sementara resiko pada bayi adalah kemungkinan cacat saat lahir, terutama pada area gastrointestinal dan sistem syaraf. Cairan ketuban yang berlebihan juga memberikan pertanda bahwa bayi didalam kandungan mengalami infeksi atau denyut jantung yang tidak normal.

Kedua kondisi ini perlu amati dengan cermat oleh ahli dan beberapa tes akan perlu dilakukan untuk memastikan calon bayi Anda dalam kondisi yang sehat.

Tuesday, October 16, 2012

Ketahui Penyebab Keguguran dan Penanganannya

Ketahui Penyebab Keguguran dan Penanganannya - Bagi ibu hamil resiko keguguran adalah momok yang sangat menakutkan dan dikhawatirkan. Karena apabila ini terjadi, impian akan hadirnya si buah hati, serta harapan memiliki bayi yang mungil dan lucu sirna sudah apabila seorang ibu hamil mengalami keguguran. Belum lagi akibat yang ditimbulkan dari keguguran adalah rasa sakit, timbulnya stress hingga rasa trauma yang menghantui ibu yang mengalami kejaadian keguguran.

Untuk menghindari kejadian keguguran pada ibu hamil, maka sangatlah penting bagi ibu hamil untuk mengetahui faktor penyebab keguguran dan tanda – tanda akan terjadinya keguguran. Keguguran adalah proses keluarnya janin dari rahim ibu hamil atau disebut juga sebagai persalinan prematur sebelum bayi mampu untuk hidup dimana janin memiliki berat di bawah 500 gram.. Resiko keguguran mempunyai presentase antara 15 hingga 40% dari para ibu hamil, dan rata – rata keguguran terjadi disaat usia kandungan masih muda yaitu sebelum usia kehamilan mencapai 3 bulan yang presentasenya mencapai hingga 75%. Namun apabila ibu hamil telah melewati usia kehamilan diatas 3 bulan, resiko terjadinya keguguran akan lebih kecil.

Terdapat dua jenis keguguran yaitu; keguguran yang dikenali dan keguguran tidak dikenali. Keguguran yang dikenali terjadi pada wanita yang telah mengetahui dan membuktikan dirinya hamil. Sedangkan keguguran yang tidak dikenali, terjadi pada wanita yang belum mengetahui dirinya hamil. Ini dapat terjadi pada wanita yang menstruasinya datang sedikit terlambat dan mengira itu merupakan menstruasi biasa padahal telah terjadi keguguran.

Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya keguguran pada ibu hamil :

• Terjadinya kelainan pada janin yang disebabkan oleh kelainan kromosom, yaitu terjadi pada saat berlangsungnya proses pembuahan didalam rahim (pembawa sifat di dalam inti sel yang diturunkan dari ayah dan ibu kepada anaknya). Hal ini mengakibatkan, embrio yang terbentuk dalam rahim menjadi cacat sehingga dikeluarkan tubuh ibu hamil.

• Ibu hamil mengalami kelainan pada tubuh, Misalnya kelainan pada sistem hormonal bisa berupa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah, sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.

• Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.

• Penyebab lain adalah karena ibu hamil mengalami infeksi, seperti terinfeksi virus TORCH, HIV, Hepatitis dan sebagainya.

• Gaya Hidup Seorang wanita perokok, gemar mengkonsumsi minuman keras, mengalami obesitas, kekurangan berat badan, dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan. Wanita dengan gaya hidup tersebut mempunyai resiko keguguran lebih tinggi.

Pada umumnya sebelum terjadinya keguguran, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan gejala yang tidak betul pada proses kehamilan, Tanda - tanda terjadinya keguguran :

Mengalami Perdarahan - Perdarahan pada wanita hamil merupakan tanda yang paling umum dijumpai. Perdarahan yang terjadi dapat berupa bercak-bercak yang berlangsung dalam waktu yang lama hingga mengalami perdarahan hebat. Terkadang terdapat bagian jaringan rahim yang robek dan ikut keluar bersamaan dengan keluarnya darah. Seperti, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.

Mengalami Rasa Nyeri Pada Bagian Bawah Perut - Tanda ini biasanya terjadi dalam waktu cukup lama. rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah sekitar alat kelamin. Rasa nyeri ini terjadi beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

Setelah mengalami keguguran sangat diperlukan penanganan yang baik agar kondisi tubuh sang ibu cepat sembuh dan kembali kepada kondisi normal.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan, apabila ibu hamil telah mengalami keguguran.

1. Beristirahatlah Yang Cukup.
Karena dengan beristrirahat yang cukup akan berguna untuk mengurangi kelelahan pada tubuh dan mengatasi tekanan psikologis yang terjadi setelah dilakukan kuret.Kuret adalah proses pembersihan dari sisa jaringan yang terdapat dalam rahim. Pemulihan kondisi tubuh tersebut sangat tergantung pada usia kehamilan, atau ada tidaknya komplikasi saat tindakan. Pada umumnya, Apabila tidak terjadi komplikasi saat pemulihannya membutuhkan waktu antara 1 hingga 2 minggu. 

Dalam melakukan istirahat untuk pemulihan tersebut tidak perlu beristirahat total hanya di tempat tidur. Istirahat dapat diperpanjang sesuai saran dokter, bila ada gejala infeksi atau pendarahan setelah tindakan kuret. Sebaiknya tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Sehingga diharapkan, peredaran darah akan berjalan lancar dan bentuk rahim akan segera kembali normal seperti sediakala. Namun, hindari aktivitas yang terlalu banyak membutuhkan tenaga.

2. Melakukan komunikasi dengan pasangan 
Ibu yang mengalami keguguran sebaiknya jangan terlalu larut dalam kesedihan dan menyalahkan diri sendiri, karena belum tentu penyebabnya berasal dari ibu oleh karen itu lakukanlah komunikasi yang baik dengan pasangan anda, apa rencana anda selanjutnya.

3. Merencanakan untuk hamil kembali 
Menurut para ahli masa yang baik untuk hamil kembali adalah menunggu paling tidak satu kali siklus haid. Namun, setelah keguguran kesuburan akan segera datang dalam waktu antara dua hingga empat minggu. Hal ini berbeda dengan wanita yang baru melahirkan dan menyusui, di mana terjadi pengeluaran hormon prolaktin (hormon untuk menyusui) yang dapat menghambat kesuburan.

4. Lakukan pemeriksaan ke dokter
Bagi yang merencanakan kehamilan berikut, segera lakukan pemeriksaan ke spesialis kandungan. Terutama, untuk yang telah mengalami keguguran sedikitnya dua kali secara beruntun. Semakin sering terjadi keguguran berulang, maka risiko untuk keguguran pada kehamilan berikutnya cukup tinggi. Umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan bentuk rahim, serta mengevaluasi kondisi hormonal dan sistem kekebalan tubuh Anda.

5. Memasang alat kontrasepsi 
Jika Anda tak ingin cepat-cepat hamil lagi, segera pasang alat kontrasepsi. Bahkan, bila perlu langsung setelah kuret. Alat kontrasepsi dapat langsung dipasang atau diberikan seusai tindakan kuret, tak perlu menunggu hingga masa menstruasi tiba. Alat atau jenis kontrasepsi yang dapat diberikan setelah keguguran adalah Pil KB, suntik, susuk atau alat kontrasepsi dalam rahim (spiral).

6. Waspadai demam Bila setelah kuret.
Apabila ibu mengalami keguguran dan menjalani kuret biasanya akan mengalami demam dan menggigil, sakit sekitar perut, kram atau sakit punggung, mengalami pendarahan berlebihan atau terdapat pengeluaran cairan dari vagina yang berbau busuk, segeralah kembali ke dokter. Jangan ditunda. Siapa tahu telah terjadi komplikasi.

Dari berbagai sumber.

Monday, October 15, 2012

Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan dan Perkiraan Hari Kelahiran Bayi


Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan dan Perkiraan Hari Kelaahiran Bayi -  Perbedaan taksiran hari persalinan dapat terjadi, namun biasanya tidak sampai 3 minggu. Silahkan untuk melakukan pemeriksakan dan konsultasi ke dokter kandungan tentang perkiraan persalinan anda berdasarkan beberapa parameter di bawah ini :
1. Berdasarkan Siklus haid.

Sebagian besar, Menstruasi antara 21hingga 35 hari, dan teratur tiap bulan, hari pertama siklus haid terakhir dapat dijadikan dasar untuk menentukan taksiran persalinan.

Perkiraan Persalinan bisa dihitung dengan Rumus Naegle --> yaitu dengan  menambah tanggal Mens terakhir dengan 7, dan mengurangi Bulan dengan 3. (tanggal perkiraan lahir=hari +7, Bulan -3 dari mens terakhir)

misalnya, hari pertama siklus terakhir haid 1 Juni 2012 dan siklus Anda 28 hari sekali teratur tiap bulan, maka taksiran persalinan adalah 8 Maret 2013,(tanggal 8 didapat dari tanggal 1+7, bulan Maret didapat dari Juni-3bulan).

Bila siklus Anda teratur dan bukan 28 hari tetapi termasuk normal, tinggal ditambah atau dikurangi saja menyesuaikan dengan siklus.

2.Didapat dari Hasil pemeriksaan USG
Pada kasus siklus menstruasi tidak teratur, hasil USG pada trimester pertama dapat dijadikan taksiran dengan angka kesalahan kurang lebih 2 hari. lebih baik lagi bila dikombinasikan dengan hasil USG tiap trimester berikutnya akan lebih menambah keakuratan usia kehamilan

3.Gerakan Bayi
walaupun bayi sudah bergerak dalam kandungan ibu hamil lebih dini, Secara umum Gerakan bayi bisa dirasakan oleh ibu hamil pada usia kehamilan sekitar 20 minggu. jadi kapan pertama kali seorang ibu hamil merasakan gerakan bayi pada kandungannya, maka saat itulah usia kehamilan ibu hamil tersebut sekitar 20 minggu.

dibawah ini adalah aplikasi yang dapat membantu anda dalam memperkirakan usia kehamilan dan perkiraan kelahiran bayi anda, ini berarti berdasar metode pertama yaitu dihitung dari hari pertama haid terakhir


Kalkulator Usia Kehamilan

Isi di Bawah ini dengan Hari Pertama Menstruasi Terakhir Anda ya..




Lamanya siklus menstruasi Anda
Kemungkinan Tanggal Pembuahan(Masa Subur):
Akhir trimester I - Awal Trimester II (12 minggu):
Akhir trimester II - Awal Trimester III (27 minggu):
Perkiraan Melahirkan/Persalinan  (40 minggu)--->>:

Usia  kehamilan Anda Hari ini ------------------------>>:


Usia Kehamilan Anda Pada tanggal berikut:




Usia kehamilan anda Pada saat Tanggal di Atas


Untuk Dibawah ini, Masukkan Usia Kehamilan yang diinginkan, Akan jatuh pada Tanggal Berapa (mis, Usia Kehamilan 10 minggu akan jatuh pada tanggal Sekian..) 
Usia Kehamilan (minggu):
Usia Kehamilan yang Anda Masukkan di Atas, Jatuh pada tanggal :


Masukkan tanggal Perkiraan Lahir untuk mengetahui kapan Sebenarnya Hari Pertama Menstruasi Terakhir anda




Perkiraan Hari Pertama Menstruasi Anda :

Semoga bermanfaat